Rabu, 04 Juli 2007

PASAR UANG SYARIAH


Pasar Uang Syariah

Oleh : Zulfikar


Pasar uang Syariah adalah pasar uang syariah (PUAS/pasar uang untuk bank syariah) dimana diperdagangkan adalah surat-surat berharga syariah dengan jangka waktu pendek (kurang dari 1tahun)
SWBI atau sertfikat wadiah bank indonesia merupakan salah satu instrumen moneter bank Indonesia yang diperuntukkan bagi bank-bank syariah di Indonesia, tujuannya adalah sebagai tempat kelebihan likuiditas dari bank-bank syariah
Berbeda dengan SBI yang menggunakan sistem lelang SWBI menggunakan sistem wadiah atau titipan., dimana Bank-bank syariah hanya mendapatkan bonus tergantung kebijakan BI jadi tidak tetap berbeda dengan SBI, biasanya jika SBI bisa mendapatkan 7 %- 8 %, sedangkan SWBI kira-kira hanya 3 %. Maka nya Bank syariah banyak mengucurkan kredit/pembiayaan daripada Bank Konvesnional.

Syarat penempatan SWBI
Jumlah dana:
Jumlah dana yang dititipkan sekurang-kurangnya Rp. 500 Juta dan selebihnya kelipatan Rp. 50 Juta.
Jangka waktu :
Jangka waktu penempatan 1 minggu, 2 minggu dab 1 bulan dinyatakan dengan hari.
Tata cara penitipan
  • Bank atau UUS mengajukan permohonan penitipan sesuai dengan jangka waktu melalui RMDS, fax, telp atau sasaran lainnya
  • Permohonan ditegaskan secara tertulis dengan surat penegasan transaksi penitipan dana (SPTP) selambat-lambatnya pukul 15.00 WIB ke Direktur. Pengelolaan Moneter cq. Bagian operasi pasar Uang BI bagi Bank atau UUS yang diluar wilayah Jabotabek disampaikan melalui KBI stempat

Persetujuan
Persetujuan Bank Indonesia akan diberitahukan melalui RMDS, telepon yang ditegaskan melalui fax atau sarana lain selambat-lambatnya pukul 15.00 WIB
Penyelesaian Transaksi SWBI

  • Penyelesaian transaksi dilakukan pada hari kerja yang sama
  • Bank Indonesia akan melakukan pendebetan rekening giro Bank atau UUS sebesar nilai titipan dana.
  • Pada saat jatuh tempo, BI akan mengkredit Rek. Giro Bank atau UUS sebesar nilai titipan dana
  • BI akan memberikan bonus kepada Bank atau UUS pada saat jatuh tempo penitipan dana dengan mengkredit rekening giro Bank

Sanksi

  • Apabila Bank atau UUS saldo rek. Gironya tidak mencukupi sehingga dibatalkan
  • Pembatalan lebih dari dua kali dalam kurun waktu 6 bulan, untuk pembatalan ketiga maka dikenakan denda 1 permil dari kekurangan transaksi selain sanksi administratif
    Mengambil titipan dana sebelum jatuh tempo, dikenakan biaya administrasi

Investasi Pada pasar Uang (S-IMA)
SIMA Sertifikat Investasi Mudharabah Antar bank
Syarat-Syarat
Peserta

  • Bank Syariah dengan ketentuan Bank Syariah dapat menanamkan di seluruh Bank Syariah tetapi tidak boleh di Bank Konvensional, Bank Syariah dapat mengelola dana dari Bank Syariah dan Bank Konvensional.
  • Bank Konvensional, dengan ketentuan Bank Konvensional hanya menempatkan dananya di Bank Syariah

Diterbitkan KP bank/UUS pengelola dana
Isi sekurangnya memuat

  • Kata : Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank
  • Nomor seri, tempat & tgl penerbitan sertifikat IMA
  • Nilai nominal dan jangka waktu investasi
  • Nisbah bagi hasil tingkat indikasi imbalan
  • Tgl pembayaran nilai nominal Investasi dan Imbalan
  • Tempat pembayaran
  • Nama Bank penanam dana
  • Nama Bank penerbit & tanda tangan pejabat berwenang
    Jangka waktu paling lama 90 hari

Operasional Pasar Uang antar Bank Syariah
Contoh Transaksi
Bank Zulfikar Syariah membeli S-IMA dari Bank Syariah, pembayaran melalui rekening Bank Syariah di Bank Indonesia
Bank Syariah menyerahkan S-IMA
Pada saat jatuh tempo Bank Syariah mengembalikan pokoknya melalui rekening Bank Zulfikar Syariah di Bank Indonesia
Bank Zulfikar Syariah mengembalikan S—IMA
Awal bulan berikutnya Bank Syariah memberikan bagi hasil melalui rekening Bank Zulfikar Syariah di Bank Indonesia
Perhitungan Imbalan
Tingkat imbalan S-IMA berdasarkan imbalan deposito (sebelum distribusi) bank penerbit atau gross revenue
Besarnya : (nominal x nisbah x gross revenue x hari) : 360
Pembayaran dilakukan pada awal bulan berikutnya
Contoh :

  1. Mei , Indikasi return Bank A 1 bulan 8 %, dan 3 bulan 8.5 %
    Juni, Indikasi return bank A 1 bulan 9 % dan 3 bulan 10 %
    3 Mei Bank B membeli SIMA Bank A senilai Rp. 10 M selama 10 hari dengan nisbah 70 % : 30 % 15 Mei Bank C membeli SIMA Bank A senilai Rp. 20 M selama 40 hari
    Dengan nisbah 70 % : 25 %
    Ditanya :
    Dana yang diterima Bank B sebesar Rp. 10 M pada 14 Mei
    Dana yang diterima Bank C sebesar Rp. 20 M pada 25 Juni
    Penyelesaian Pembayaran imbalan :
    Pada 1 Juni kepada bank B ( 10 M x8 % x 10/360 x 0.7) = 15.55 Juta
    Bank C (20 M x 8.5 % x 16/360x0.75) = Rp. 56.67
    Pada 2 Juli kepada Bank C (20 M x 10 % x 24/360x 0.75) = 99.99 Juta
  2. Mei , Indikasi return Bank A 1 bulan 8 %, dan 3 bulan 8.5 %
    Juni, Indikasi return bank A 1 bulan 9 % dan 3 bulan 10 %
    3 Mei Bank B membeli SIMA Bank A senilai Rp. 10 M selama 10 hari dengan nisbah 70 : 30 menjualnya kepada Bank D
    15 Mei Bank C membeli SIMA bank A senilai Rp. 20 M selama 40 hari dengan nisbah 75 : 25 dan ii Juni menjualnya kepada Bank E
    Ditanya :
    Pengembalian nilai nominal Investasi :
    Kepada Bank D sebesar Rp. 10 M tanggal 14 Mei dan kepada Bank E sebesar Rp. 20 M tanggal 25 Juni
    Penyelesaian Pembayaran imbalan :
    1 juni kepada Bank D (Rp. 10 M x 8 % x 10/360 x 0.7) = Rp. 15.55 Juta
    2 Juli kepada bank E (Rp. 20 M x 10 % x 24/360x0.75) = Rp. 99.99 Juta

Tidak ada komentar: